Tips Memulai Bisnis Properti

Berbisnis di bidang properti atau menjadi developer bisa dibilang gampang-gampang susah walaupun keuntungannya sangat menggiurkan tetapi usaha di bidang apapun diperlukan ketekunan, kejelian, inovasi, dan didukung sistem pemasaran yang baik. Bisnis properti di Indonesia kini sedang berada di puncak dan memiliki prospek yang bagus karena kebutuhan hunian tinggal di Indonesia masih akan terus berkembang. Apa saja tips untuk memulai bisnis properti?

Belajar mengenai bisnis properti

Kita dapat belajar properti dari buku, seminar, kursus, dan berbicara dengan pengembang properti lain. Sebelum memulai bisnis ini kita dapat mencari informasi terlebih dahulu. Kamu bisa membaca referensi yang berkaitan dengan bisnis developer. Kamu juga bisa bergabung dengan komunitas bisnis properti seperti melihatnya di website propertykita.

Amati, Tiru, Modifikasi

Anda dapat mengunjungi perumahan-perumahan yang sudah ada untuk melakukan observasi untuk mengamati kelebihan yang ditawarkan developer, mencari informasi penjualan mereka akan terjual dalam jangka waktu berapa lama, tipe bangunan yang paling disukai konsumen seperti apa. Dengan informasi ini dapat menjadi bekal kita untuk memulai bisnis developer. Kini banyak bisnis properti murah baik yang bisa dibayar dengan cara kredit rumah ataupun tunai.

Pahami konsumen

Buatlah produk hunian yang sesuai dengan permintaan pasar dengan memperhatikan secara tepat targeting dan segmentasi pasarnya yang akan berpengaruh dengan harga rumah dijual, tipe rumah, dan tipe pemasarannya.

Pahami rencana pembangunan daerah

Setiap pemerintah daerah memiliki peraturan yang berbeda, kamu dapat mencari informasi mengenai informasi yang berlaku di daerah yang akan kamu kembangkan. Hal ini akan memudahkan langkah kamu kedepannya mulai dai izin warga, IMB, IPPT, dan lainnya.

Kerjasama dengan smua pihak yang terlibat dalam setiap pengembangan Anda.

Manfaatkan bank atau dana lain yang terlibat dalam setiap tahap perkembangan kamu. Cari relasi seluas-luasnya, mulai membangun jaringan. Create your brand untuk memudahkan kamu bekerjasama dengan relasi di masa depan.

Pastikan biaya

Pastikan kamu memiliki cukup uang untuk menutupi bunga dan biaya lainnya selama 12 sampai 15 bulan antara membeli tanah dan menjual rumah. Jika kamu belum siap menjadi developer maka kamu bisa mencoba dengan beli rumah untuk kemudian dijual kembali

Pantau cashflow

Cashflow yang harus terus dipantau karena akan berkaitan dengan semua kegiatan pembangunan dan juga tenaga kerja.

Action

Tunggu apalagi? Segera lakukan dan nikmati seluruh proses dalam menekuni bisnis developer ini.

This post has already been read 627 times!

Let's Share...Share on FacebookShare on Google+Email this to someoneShare on TumblrTweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *