Lika Liku Nilai Tukar Rupiah

Rupiah Menguat

Kenapa nilai tukar rupiah bisa melemah ataupun menguat terhadap mata uang negara lain, sih? Jawabannya sederhana, nilai tukar sebuah mata uang sebenarnya mencerminkan harga mata uang tersebut.

Pada dasarnya nilai tukar rupiah ditentukan oleh kebutuhan dan ketersediaan antara dua mata uang masing-masing negara. Seperti rupiah dan dollar Amerika misalnya. Perbandingan dua mata uang ini biasanya dihitung dalam jumlah satuan atau kurs. Contohnya yang paling baru: 1 dolar Amerika setara dengan 13.000 rupiah.

Nilai tukar rupiah yang ditentukan oleh pasar akan berubah-ubah nilainya tergantung pada kebutuhan dan ketersediaan mata uang tersebut. Bila kebutuhan terhadap mata uang asing, meningkat (atau yang membeli lebih banyak), maka otomatis nilainya akan jadi lebih mahal atau menguat terhadap mata uang Rupiah. Kondisi yang sebaliknya pun berlaku.

 Nilai Tukar Rupiah

sumber gambar:https://www.facebook.com/Bank-Indonesia-847034142012155

Nah, yang kemarin-kemarin ini, penyebab nilai tukar Rupiah menurun salah satunya adalah karena pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk mengurangi dana stimulus yang ada berbagai negara; termasuk di Indonesia salah satunya. Sebagai akibatnya, dollar yang tadinya berkeliaran di Indonesia jadi berkurang dan langka. Dan di sinilah hukum standar berlaku: barang apapun kalau langka pasti jadi mahal harganya. Dollar pun demikian. Dan akibatnya? Nilai tukar Rupiah pun melemah terhadap mata uang negeri Paman Sam ini.

Ditambah lagi dengan Tiongkok melambat laju ekonominya. Akibatnya, permintaan Tiongkok akan produk-produk negara berkembang menurun, sehingga barang-barang export dari negara berkembang, termasuk Indonesia, jadi sepi pembeli.

Tapi kemarin, Selasa 3 November 2015, Rupiah ditutup pada level Rp. 13.555. Meningkat 113 poin dari hari sebelumnya. Artinya? Nilai tukar Rupiah menguat! Tapi tentunya masih ada banyak faktor yang bisa membuat nilai tukar ini berubah lagi. Harapannya sih, Rupiah senantiasa stabil dan kompetitif untuk mendorong ekspor dan pengendalian inflasi.

Agar Rupiah terus stabil, kita sebagai orang Indonesia harus turut aktif untuk mendukungnya! Caranya mudah, kok. Bukan dengan SMS nama spasi rupiah kirim ke nomor berikut. Bukan! Tapi dengan mengurangi ketergantungan dengan produk impor, menggunakan Rupiah jika sedang bertransaksi di dalam negeri, dan sebagainya. Karena sejatinya, menjaga mata uang nasional bukan hanya tugas pemerintah dan Bank BI saja. Kita sebagai warga Indonesia juga harus aktif menjaga dan menggunakannya!

This post has already been read 318 times!

Let's Share...Share on FacebookShare on Google+Email this to someoneShare on TumblrTweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *