Pro Kontra Bisnis ‘Rumah Dijual’

Menjelang awal tahun 2014 yang sudah hampir di depan mata, bisnis rumah dijual mulai mengalami penurun. Hal ini memicu munculnya pro kontra bagi para pebisnis properti karena menurun nya jumlah konsumen yang membeli rumah. Pemicu pro kontra bisnis rumah dijual ini berawal dari menurunnya ekonomi makro di Indonesia dan juga di negara besar seperti China dan Amerika Serikat sehingga membuat harga rumah yang dijual semakin meninggi.

Rumah dijual yang mengalami penurunan pembeli ini juga disebabkan oleh konsumen yang lebih memilih membeli pada saat yang tepat. Konsumen akan lebih memilih menunggu sambil mengumpulkan uang untuk membeli rumah yang diinginkan. Meski demikian, pada dasarnya harga rumah dijual selalu meningkat setiap tahunnya. Sehingga harga rumah sekarang di kemudian hari akan meningkat menjadi lebih mahal.

Pebisnis rumah dijual dengan begitu tidak perlu khawatir melihat setiap tahun harga properti akan meningkat. Apabila Anda termasuk salah satu orang yang memiliki bisnis berbasis properti ini harus segera menyiapkan strategi untuk menarik hati konsumen. Strategi yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan melakukan promosi kepada konsumen.

rumah dijual, bisnis rumah dijual

Rumah dijual merupakan salah satu bisnis yang memberikan keuntungan yang besar. Hal ini tentu saja menjadi salah satu alasan untuk memilih bisnis ini sebagai usaha. Selain itu, bisnis rumah dijual tidak semua orang dapat memulai usaha ini karena modalnya terbilang cukup besar. Hal ini membuat persaingan yang ada tidak terlalu banyak seperti bisnis yang bermodal kecil atau bisnis dengan untung kecil namun banyak laku yang daya saingnya sangat tinggi.

Sedangkan, bagi Anda yang ingin membeli rumah pilihlah rumah dijual yang sesuai dengan keinginan dan budget yang Anda miliki. Perlu diperhatikan dalam membeli rumah adalah kondisi dan fasilitas apa saja yang diberikan serta perusahaan atau orang yang menjual rumah tersebut harus terpercaya. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti penipuan.

This post has already been read 471 times!

Let's Share...Share on FacebookShare on Google+Email this to someoneShare on TumblrTweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *