Jual Keripik Bawang Untuk Alternatif Obat Tradisional

Beriwurausaha tidak selalu berhubungan dengan bisnis lho. Contohnya, seperti yang dilakukan oleh Sriwahyuni, ia telah menyulap bawang merah menjadi jajanan keripik. Selain enak, bawang merah juga merupakan obat tradisional yang alami.

Siapa yang menyangka bahwa bawang merah dapat menjadi keripik? Oleh Sriwahyuni, jajanan keripik tersebut diberi nama Bawang Berani Rumbia. Sriwahyuni sudah memiliki ide untuk usaha unik ini sejak ia masih duduk di bangku kuliah.

Kisah Sriwahyuni ini mungkin dapat menjadi inspirasi kamu yang sedang mencari peluang usaha yang unik. Yuk’ kita lihat kisahnya.

Pada tahun 2011, Sriwahyuni memiliki ide yang menarik. Ia ingin berwirausaha dengan menciptakan merk dagang sendiri. Lantas ia berpikiran untuk membuat keripik bawang merah. Menurutnya, orang-orang hanya berpikiran bahwa bawang hanya dapat dijadikan bawang goreng saja. Ternyata bawang merah juga dapat menjadi jajanan keripik yang enak. Lagipula, bawang merah adalah obat tradisional yang masih dibutuhkanorang lain.

Berdasarkan ide tersebut, lantas sriwahyuni mengikuti sebuah program wirausaha mahasiswa, dan ia mendapatkan modal Rp 6.000.000 dari program tersebut. Apa yang dilakukan oleh Sriwahyuni dengan uang Rp 6.000.000? Ia tak ingin menyia-nyiakannya. Dengan segera Sriwahyuni pulang ke kampoung halamannya di Jenepotoh, Sulawesi Selatan, untuk menggarap 1 hektar lahan yang dimiliki orangtuanya. Untuk apa Sriwahyuni menggarap lahan?

sriwahyuni, usaha keripik bawang merah
Menariknya, Sriwahyuni sangat serius dengan idenya untuk memanfaatkan obat tradisional bawang merah sebagai bahan utama pembuatan keripiknya. Kemudian, ditanamlah bawang merah di lahan tersebut, dan satu kali budidaya memakan waktu 3-4 bulan.

Adalah suatu keputusan yang berani untuk merealisasikan ide tersebut. Namun Sriwahyuni memiliki prinsipnya sendiri. Ia berkata, “Ingat perkataan orang tua saya dulu, ketika kamu mau berhasil, dan tidak mau melakukan apapun, maka kamu akan gagal. Tapi ketika kamu mau berani, berusaha dan melewatinya maka berhasil bisa jadi kenyataan. berani itu saya coba terus dan membuat saya percaya diri.”

Satu hal yang bisa kita ambil dari prinsipnya, yaitu untuk memulai suatu usaha maka kita diharuskn untuk berani memulai. Jika tidak berani, maka tidak akan ada permulaan. Tidak ada permulaan,m maka tidak akan ada akhir.

Mengapa bawang merah? Sriwahyyuni juga menjelaskan, “Jadi kalau bawang merah harganya turun, kan bisa disimpan dulu, beda sama cabe atau sayuran lainya,” ungkapnya.

Lantas berapa penghasilan yang ia dapatkan dari usaha keripik bawang merahnya? Ia mendapatkan omzet sebesar Rp 16 -20 juta per bulan. Sedangkan satu bungkus keripik bawang merah seharga Rp 15.000.

Yang membuat Sriwahyuni merasa sukses adalah, selain menjual keripik bawang, bawang hasil budidayanya pun dijual ke produsen besar dan konsumen di pasar-pasar. Ini namanya bisnis “sambil menyelam minum air”.

Hebat bukan? Semoga kisah Sriwahyuni dapat menginspirasi.

This post has already been read 501 times!

Let's Share...Share on FacebookShare on Google+Email this to someoneShare on TumblrTweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *