Inspirasi: Kisah Sukses Founder Startup Indonesia

Banyak cara yang bisa ditempuh untuk mencapai kesuksesan. Kali ini saya akan sedikit mengulas tentang kisah sukses ketiga founder starup di Indonesia. Kisah ini bisa jadi penyemangat untuk Anda yang  juga sedang merintis usaha baru atau baru sekedar merancang ide bisnis.

Banyak yang bisa dipelajari dari orang-orang di sekitar kita, termasuk beberapa founder startup di Indonesia yang berikut ini:

 Jason Lamuda – co-founder Disdus

  1. Jason Lamuda – co-founder Disdus

Di tahun 2010 saya baru mengenal situs Disdus. Jason Lamuda adalah salah satu co-founder website daily deal Disdus, yang akhirnya di akuisisi pada tahun 2011 oleh Groupon. Jason Lamuda juga sangat menginspirasi ketika ia membuat website e-commerce fashion wanita BerryBenka.

Jason Lamuda sejak dulu kagum mengenai bagaimana teknologi bisa mengubah tatanan hidup masyarakat. Jason menyelesaikan kuliah S2 jurusan teknik finansial di Columbia University tahun 2008, dan mendapat dua tawaran pekerjaan yang sangat baik, yaitu di Wall Street, Amerika Serikat dan satu lagi di McKinsey di Indonesia. Rasa penasaran yang mendalam dan kayakinan bahwa peluang untuk menjadi entrepreneur di negara asalnya jauh lebih besar, akhirnya Jason memilih kembali ke Indonesia.

 “Selalu ada celah untuk mengincar pasar dan orang yang berbeda bahkan jika Anda membuat produk yang mirip [dengan yang sudah ada]. Bahkan bisnis seperti menjual kopi juga bisa sukses. Di luar sana pastinya ada kesempatan dan Anda bisa sukses di industri Anda. Tingkat kesuksesan Anda mungkin tidak akan sebesar website e-commerce seperti Amazon yang menjual segala hal, tapi Anda masih bisa menghasilkan uang [dari bisnis Anda]”.

 Natali Ardianto – co-founder dan CTO Tiket dot com

2. Natali Ardianto – co-founder dan CTO Tiket.com

Ini sangat menginspirasi. Saya bicara tentang tiket.com dulu ya. Dilingkungan saya tentu juga ada orang yang tidak terlalu mengerti menggunakan internet, biasanya yang seperti ini orang yang sudah tua atau beda generasi. Hebatnya, website booking online tiket.com milik Natali Ardianto ini sudah mereka ketahui. Jadi siapapun (yang ada di lingkungan saya) kalau mau melakukan perjalanan ke luar kota, sudah otomatis buka tiket.com kemudian liat harga tiket dan jadwal keberangkatan.

Ini pilihan yang tepat dan hasilnya sangat sukses. Tapi untuk meraih suksesnya, Natali Ardianto juga pernah merasakan kegagalan. Sebelumnya ia pernah mendirikan urabnesia dan golfnesia berturut-turut tapi gagal dan tidak berkembang. Sejak tahun 2011 Natali mendirikan tiket.com dan ini pilihan sukses untuk Natali Ardianto.

                “Startup perlu memahami pentingnya pemasaran. Anda mungkin memiliki produk yang benar-benar buruk, tapi tetap saja, jika Anda memiliki tim pemasaran yang baik, Anda bisa sukses”.

 Achmad Zaky – co-founder dan CEO BukaLapak

3. Achmad Zaky – co-founder dan CEO BukaLapak

Dulu saya taunya kalau mau jual-beli online bisa lewat forum besar. Tapi beberapa tahun belakangan ada BukaLapak yang sistem jual-belinya menurut saya lebih aman baik untuk penjual dan pembelinya.

Achmad Zaky, co-founder dan CEO BukaLapak merasa semangat entrepreneurship berapi-api sejak ia masih kuliah di ITB. Sekarang BukaLapak menjadi website marketplace terbesar di Indonesia. Banyak pengguna yang semakin percaya dengan website miliknya.

Ia juga menyemangati orang muda untuk membangun stratup sesegera mungkin sebelum memiliki istri dan anak. Katanya, “karena jika Anda bertambah tua dan sudah menikah serta memiliki anak, Anda cenderung memiliki lebih banyak pertimbangan dan lebih konservatif”.

Ada benarnya juga, mungkin Anda bisa memulai dari sekarang untuk membangun startup dan meraih kebebasan finansial di hidup Anda.

This post has already been read 1570 times!

Let's Share...Share on FacebookShare on Google+Email this to someoneShare on TumblrTweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *